Benarkah Arab Saudi Benar-benar Akan Melegalkan Wanita Berbikini di Pantai? Jika Benar-benar Terjadi Apa Komentar Anda?


INFOBERITATERKINI.COM - Apa yang Anda pikirkan atau terlintas dalam pikiran Anda ketika pertama kali membaca judul di atas? Benarkah Arab Saudi 'separah' itu? Melegalkan bikini? Lah di sini...

Tidak dapat dipungkiri, sebagai kiblat agama Islam, Arab Saudi menjadi sorotan dunia dan juga umat Islam di Indonesia. Apa yang menjadi kebiasaan di sana bisa saja diadopsi di Nusantara. Tapi nggak tahu deh kalau kebijakannya berhubungan dengan hal ini. Pertama dalam sejarah, pemerintah Arab melegalkan wanita berbikini di pantai.

Mulai akhir 2016 lalu, pemerintahan Arab Saudi dilanda krisis yang cukup serius. Hal itu terjadi Pasca anjloknya harga minyak dunia, dari tingkat tertinggi di pertengahan 2014 yaitu di atas US$ 100/barel, menjadi US$ 50/barel di awal 2017, sehingga ekonomi Arab Saudi cukup terhantam.

Sebagaimana kita tahu, ekonomi Arab Saudi sangat bergantung pada sektor minyak bumi. Tercatat 70 persen pendapatan negara berasal dari minyak bumi. Adapun hal-hal yang dilakukan oleh pemerintahan Arab Saudi untuk mengatasi masalah tersebut dengan merombak atau pun mengganti pejabat tinggi negara. Imbas dari masalah tersebut, Raja Salman memberhentikan menteri keuangan dan sejumlah menteri lainnya, serta menggantinya dengan yang baru.

Kondisi harga minyak yang jatuh, membuat anggaran pemerintah Arab Saudi menipis. Penghematan dilakukan di mana-mana dan dampaknya cukup besar. Dari berbagai sumber yang beredar, langkah-langkah penghematan dilakukan hingga melibatkan pemotongan gaji para menteri dan pejabat tinggi lainnya.

Tidak cukup sampai disitu, pemerintahan Arab Saudi juga menjual sebagian saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN) miliknya demi mendapatkan dana segar. Arab Saudi memang berencana untuk menjual saham perusahaan minyak besarnya, yaitu Saudi Aramco.

Dan hal yang paling santer beredar pada saat Arab Saudi melakukan sejumlah lawatan keberbagai negara di Asia. Termasuk Indonesia. Terakhir kali Arab Saudi melakukan kunjungan ke Indonesia sekitar 47 tahun yang lalu, yaitu pada masa pemerintahan presiden pertama Sukarno. Tentu, ini sebuah pemandangan yang cukup langka bagi sebagian besar orang.

Demi memulihkan ekonominya, Arab Saudi dengan terpaksa harus rela keluar kandang untuk menjalin kerja sama dengan beberapa negara di Asia. Terbukti, pemerintahan Arab Saudi melakukan investasi senilai hingga ratusan triliun rupiah.

Lebih lanjut, kondisi geoplitik yang memanas di kawasan Timur Tengah karena pemutusan hubungan diplomatik terhadap Qatar berimbas pada sentimen negatif terhadap harga minyak global. Harga minyak dunia menetap lebih rendah pada perdagangan, karena ketegangan geopolitik Timur Tengah dinilai menimbulkan kekhawatiran pasar.

Sebelumnya, Arab Saudi, Bahrain, Uni Emirat Arab dan Mesir memutuskan hubungan diplomatik mereka dengan Qatar. Pemutusan hubungan diplomatik tersebut dilakukan dalam waktu yang berdekatan.

Bahrain menjadi negara pertama yang melakukan pemutusan hubungan dengan Qatar, kemudian disusul oleh Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Mesir.

Keempat negara tersebut memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar dengan alasan bahwa negara tersebut dituduh mendukung terorisme.

Arab Saudi juga menuduh Qatar mendukung kelompok garis keras dan menyebarkan paham kekerasan mereka, sementara Bahrain menuduh Qatar telah mencampuri urusan dalam negeri.

Kondisi seperti ini membuat pemerintahan Arab Saudi kalang kabut untuk memulihkan ekonominya kembali. Kali ini tidak bergantung hanya pada sektor minyak bumi. Arab saudi mulai melirik sektor pariwisata, hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang memperbolehkan wanita menggunakan bikini di pantai. Kebijakan ini dalam rangka meningkatkan ekonomi pariwisatanya.

Arab Saudi merupakan negara yang sangat ketat aturannya terhadap wanita. Mereka mengharuskan wanita menggunakan pakaian yang tertutup, tidak boleh mengemudi, serta kalau keluar rumah harus ada pendamping. Bahkan beberapa waktu lalu seorang gadis ditangkap karena mengenakan rok mini di sebuah desa.

Dikutip dari berbagai sumber, Pangeran Arab Saudi, Muhammed bin Salman mengumumkan undang-undang mengenai perempuan memakai bikini. Undang-undang ini berlaku di proyek resort mewah yang akan di bangun di pantai di kawasan Laut Merah.

Muhammed bin Salman, pangeran yang baru dilantik bulan Juni lalu menginginkan Arab Saudi tidak hanya bergantung pada sektor minyak. Namun dia juga ingin ada pembaruan untuk meningkatkan ekonomi Arab Saudi melalui jalur wisata. Langkah pertamanya adalah membangun resort mewah di Laut Merah.

Proyek resort mewah ini akan dimulai pada tahun 2019, dengan tahap pertama ditargetkan akan selesai pada tahun 2022. Dia juga akan merancang undang-undang untuk aturan di bangunan resort, serta aturan diperbolehkannya wanita bersantai di pantai menggunakan bikini.

Jika hal terebut benar-benar terlaksana, maka Arab Saudi akan mencetak sejarah baru sebagai negara muslim yang melegalkan berpakaian terbuka ditempat umum.

Begitulah kura-kura.

Sumber: seword.com

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Benarkah Arab Saudi Benar-benar Akan Melegalkan Wanita Berbikini di Pantai? Jika Benar-benar Terjadi Apa Komentar Anda?"

Posting Komentar